Persekutuan Penyihir (The Black Magician Trilogy #1)

Oleh Ariansyah (Angkatan 5 SMART EI)

Image

Judul asli: The Magicians’ Guild. Penulis: Trudi Canavan. Penerjemah: Maria M. Lubis. Penerbit Mizan Fantasi, Juli 2008. Tebal 618 halaman.

Buku ini bercerita tentang kehidupan di suatu negeri yang bernama Kyralia yang dipimpin oleh seorang raja. Di Kyralia ada empat daerah besar, yaitu lingkar Utara, Selatan, Barat dan Timur. Semua lingkar ditempati oleh penduduk yang berbeda. Biasanya orang kaya atau bangsawan akan tinggal di lingkar dalam dari daerah tersebut. Di semua lingkar terdapat tembok penjaga. Pada lingkar selatan ditempati oleh persekutuan penyihir yang dipimpin seorang ketua tertinggi. Namun dalam kegiatan sehari-hari para penyihir biasanya mendapat tugas dari ketua harian.

Cerita berawal ketika para penyihir sangat berusaha keras menangkap seseorang yang menguasai sihir namun bukan termasuk anggota persekutuan, bahkan kemungkinan orang itu berasal dari kalangan miskin. Hal ini cukup mengagetkan karena pertama, biasanya hanya orang yang berkantung tebal saja yang dapat menjadi penyihir, dan kedua, orang tersebut belum bisa menguasai sihirnya sehingga dianggap sangat berbahaya jika dibiarkan berkeliaran. Karena itu para penyihir berupaya keras menangkap orang tersebut untuk dibawa ke persekutuan dan diajarkan pengendalian sihir.

Orang yang dicari-cari tesebut bernama Sonea, seorang perempuan muda yang belum bisa mengendalikan kemampuan sihirnya. Bersama temannya, Cery, Sonea meminta perlindungan pada Kaum Pencuri, yaitu sekelompok orang yang tinggal di lorong bawah tanah tetapi sangat terbuka akan informasi yang berasal dari permukaan. Sonea dan Cery bersembunyi di lorong-lorong gelap secara berpindah-pindah seiring pergerakan para penyihir yang mengejar mereka.

Walau keduanya selalu berpindah tempat di dalam lorong-lorong Kaum penduru, namun keberadaan kelompok mata-mata berhasil mengetahui jejak persembunyian mereka. Para penyihir menangkap Sonea dan Cery. Sonea pun dibawa ke persekutuan penyihir.

Sonea mendapat bimbingan dari seorang penyihir bernama Rothen. Ia diajari cara mengendalikan sihirnya. Rothen juga memberi informasi mengenai persekutuan penyihir dan para penyihirnya, termasuk ketua tertinggi, Akkarin. Sonea yang penasaran jadi ingin tahu mengenai Akkarin.

Tibalah hari keputusan untuk menentukan siapakah penyihir yang akan menjadi pembimbing Sonea. Dua orang penyihir mencalonkan diri untuk bisa menjalankan tugas itu. Serangkaian kejadian luar biasa kemudian berlangsung. Cery yang selama ini disekap Fergun, sorang penyihir yang dikenal suka menghina kaum miskin, berhasil meloloskan diri. Fergun sendiri selama ini bersaing dengan Rothen untuk menjadi pembimbing Sonea. Rothen-lah yang terpilih menjadi pembimbing Sonea, sementara Fergun ternyata memang bermaksud membalas dendam pada Sonea yang dianggap mempermalukannya pada hari pertama kekuatan sihir Sonea muncul.

Hal paling mengejutkan adalah ketika ketua harian persekutuan penyihir membaca pikiran Sonea berisi gambaran tentang ketua tertinggi penyihir, Akkarin, yang menggunakan sihir hitam terlarang.

Apa yang sebenarnya terjadi pada sang ketua tertinggi?

*bersambung :p*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s