Di Balik Kebenaran Salju

images

Judul: Snow (Di Balik Keheningan Salju)
Penulis: Orhan Pamuk
Penerjemah: Berlian M. Nugrahani
Penerbit: Serambi, 2008
Tebal: 729 halaman.

“Melakukan hal yang benar tidak selalu berakhir dalam kebahagiaan,” jawab Kadife.
“Hal yang benar membuat kita bahagia,” ujar Ka.

Kutipan halaman 566 buku #Snow dari Orhan Pamuk dalam edisi bahasa #Indonesia, setoran untuk #TantanganBacaGRI bulan Juni 2016.
Entah siapa pun yang bilang; dalam konteks ruang dan waktu apapun; saya setuju bahwa kebenaran adalah hal utama.

Jadi, secara ringkas, novel ini mengisahkan kehidupan bangsa yang terombang-ambing di pengujung abad silam. Bangsa ini bisa bangsa manapun, yang anggotanya terpisahkan satu sama lain akibat keyakinan pada “kebenaran” yang berbeda.
Sebut saja bangsa dalam novel ini: Turki. Sebagian ada yang tetap berpijak di lokasi yang sama dengan wilayah sekuler yang menjadi basis Mustafa Kemal. Sebagian lagi sudah menyeberang jauh hingga ke Jerman.
Mereka yang di Turki pun terpecah antara yang meyakini sekularisme sbg kebenaran dan yang meyakini kebenaran sejati ada dalam kitab Allah.
Para sekularis masih terbagi antara masyarakat yang apatis dan kelompok yang suka keramaian.

Di antara mereka yang mempercayai kebenaran Alquran pun terbelah: ada yang tegas melawan bersama senjata dan ada yang berusaha menyebarkan kata2 lembut.

Aaah… Lalu kebenaran itu apa? Ka Sang Penyair Eksil, datang dari Jerman ke Kars, kota kecil dekat perbatasan Rusia dengan harapan besar memperbarui memori cinta lamanya dengan si cantik Ipek. Saat badai salju menutup akses dari dan menuju Kars, Ka ikut terjebak bersama semua orang di Kars, terjebak dalam jaring2 bercabang sekularis, islamis, ateis, nasionalis, politis, platonis, eksibisionis, spionase, puitis, dan cinta tak romantis.

Sebut saja semua. Dan Ka berada di tengah jaring itu, mempertemukan semuanya namun tidak mempersatukan. Hingga nyawanya lepas dari badan, kembali.di Jerman.

Hingga di akhir kisah novel ini, bahkan hingga di akhir Juni 2016 lalu saat serangan bom bunuh diri mengambil nyawa puluhan orang di Istanbul, tetap saja pertanyaan mengenai.”kebenaran” jadi sesuatu yang relevan.

Kebenaran, veritas, vérité.
Eh, jadi Véra dong :).

Tambahan:
Selesai dibaca (akhirnya!) setelah hampir satu bulan.
Setelah dikirimi pesan dari Perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah lewat masa peminjamannya ini.

Setelah tersiar kabar baku tembak dan peledakan di Bandara Attaturk, Istanbul, dua hari lalu 😥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s