Kisah 1001 Wisata Super di Dunia

Image

Penulis : Icha Rusli

Penerbit : Grasindo

Tipe : Buku, Ensiklopedia Mini

Laman : 204 laman

ISBN : 978-979-081-652-7

Harga : Rp. 69.000.

Bonus : Disket Pengetahuan Umum

 

Cetakan : I – 2012

 

“Wow, ternyata Club 33 adalah tempat yang paling tertutup di dunia,” mungkin itulah yang ada di benak Anda seketika mengetahui bahwa Club 33 yang ada di Disney World adalah tempat yang tertutup. Selain karena mahalnya harga ($10000-$30000 untuk masuk karena kita harus mendaftar menjadi anggota klub itu, nama kita juga akan berada dalam daftar tunggu selama 14 tahun. Lama bukan!

Itulah salah satu isi dari buku Kisah 1001 Wisata Super di Dunia yang ditulis oleh Icha Rusli dan terbit pada 2012 oleh Grasindo. Buku ini menyajikan berbagai informasi yang WOW, mulai dari ‘Gunung-gunung yang disucikan di dunia, pulau buatan terbesar di dunia, pulau terasing di dunia, juga Theme Park terpopuler di Asia. Disajikan dalam 204 halaman, buku ini adalah ensiklopedia mini berwarna 100% plus terdapat foto ilustrasi pada tiap halamannya. Seru bukan? Namun, satu hal yang membuatnya agak membingungkan para pembaca, judul buku “Kisah” yang ternyata isinya bukanlah cerita kisah pengalaman orang-orang. Kenapa judulnya ada kata “kisah”nya ya? Entahlah…

Bagi Anda yang ingin segera membuka cakrawala dunia, buku ini cocok bertengger di tangan Anda.

Oleh Johan FJR.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

88 Cara Inspiratif Berburu IDE untuk Blog


88 Cara Inspiratif Berburu IDE untuk Blog

Penulis : Jubilee Enterprise/ Gregorius Agung

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tipe : Buku, Tutorial

Laman : 186 laman

ISBN : 978-979-27-9087-0

Harga : Rp. 34.800 (2010)


 

“Yah, lupa!” Terkadang kita memiliki niatan untuk mengisi blog, namun sesekali kita bingung, apa yang akan kita isikan pada blog kita nanti. Apakah cerita pengalaman pribadi, atau bahasan mengenai kejadian yang tengah populer dan memanas di lingkungan masyarakat. Nah, kini Anda tidak perlu berbingung lagi, karena Jubilee Enterprise telah menerbitkan buku terbarunya, “88 Cara Inspiratif Berburu IDE untuk Blog.” Inilah solusi bagi Anda yang tengah loss kehilangan ide untuk meramaikan blog anda. Di dalam buku ini, dibahas kurang lebih 88 cara apa saja untuk memunculkan kembali ide yang bersemayam di otak Anda. Misalnya pada Bab 45 – Meluncurkan Kuis-kuis, Bab 47 – Mengupas Acara/event di Sekitar. Itu baru 2 cara lho, masih ada 86 lagi. Bagi Anda yang tengah putus ide, buruan beli buku ini, sebelum kehabisan stok!

Oleh Johan FJR.

Cheers, UK!

Image

Cheers, UK!
Penulis : Citra Dyah Prastuti
Penerbit : gagasmedia
Tipe : Traveler, Lifestyle
Laman : 350 laman
ISBN : 979-780-427-5

Perkenalan pertama rekan sesama penghuni cluster B4/4 adalah makan malam. Undangannya tertempel di pintu dapur. Tulisannya begini: ‘

Everybody makes her best food and share.’

BEST? Ah, di sebelah tulisan kesediaan saya untuk ikut makan-makan, saya tulis “I will cook harmless food for you guys?”

Tebak dong apa yang saya hidangkan kepada teman-teman dari Amerika, Cina, Jepang dan India: t-e-m-p-e g-o-r-e-n-g. Harmless toh?


Hehehe, ada-ada saja yang dilakukan mbak Citra di London sana. Itu baru sekilas pengalaman lucu dari mbak Citra yang berbagi tempe goreng sebagai masakan hidangan utama pada malam di akomodasi Paul Robeon. Selain itu, dengan hanya menembus seleksi beasiswa Chevening, mbak Citra jadi memiliki banyak sekali pengalaman selama di Inggris dalam setahun. Mulai dari menyaksikan secara langsung suasana di sekitar stadion tempat bertandingnya klub Fulham vs. Tottenham, berburu belanja murah pada Oxford Festival (Walau pada akhirnya belum tahu di mana titik pusat festival ini), menikmati hidangan khas Asia, merasakan indahnya Lebaran di London, juga berhasil mendapatkan foto bareng Jamie Cullum. Semua pengalamannya tersajikan dalam buku ini
Selain itu, bagi anda yang memiliki hobi travelling, nampaknya buku ini cocok untuk berada di dalam tas anda. Ini karena selain berisi pengalamannya mbak Citra di Inggris, buku ini juga dapat dijadikan sebagai trip advisor anda yang akan tinggal atau sekedar berlibur ke Inggris, lengkap deh.
Mbak Citra juga menunjukkan mana sajakah tempat yang interesting untuk dikunjungi. Ada juga tips-tips tambahan yang turut membantu anda dalam menjelajahi Inggris dengan mudah, aman dan tentunya murah. Disertai banyak foto yang menggambarkan indahnya Inggris, pokoknya asyik dibaca deh.

Jika buku ini boleh berkomentari, “Buku ini tak hanya menghibur kita dengan indahnya Inggris, juga menyelamatkan uang kita dari mahalnya anggaran hidup di Inggris dengan tips-tips uniknya.”

Oleh Johan FJR.

Wow, Konyol!

Image

WOW, KONYOL!
Penulis : Rons “Onyol” Imawan
Penerbit : bentang belia
Tipe : Humor, Lifestyle
Laman : 330 laman
ISBN : 978-602-9397-23-9

Suster Gila

Seorang pemuda berniat mendonorkan darahnya di kantor PMI.

Pemuda : “Sus, saya mau mendonorkan darah saya, bisa?”

Suster   : “Bisa. Golongan darahnya apa?”

Pemuda : “O dong saya, mah!”

Suster   : “Oh, terus gue mesti bilang WOW gitu?”

Pemuda : “Ya, enggak sih!”

Suster   : “Udah berapa kali donor?”

Pemuda : “Tiga kali, Sus.”

Suster   : “Oh, terus gue mesti bilang WOW lagi gitu?”

Pemuda : “Sompret!”

(@sarahsasas)

Hehehe… Mungkin buku ini (bagi saya) adalah penawar rasa stress yang selama ini bersemayam di dalam otak. Begitulah, sang penulis, Rons “Onyol” Irawan, nampaknya cukup handal dalam memanfaatkan media sosial dalam berhumor dengan menjadikannya buku yang turut menghibur banyak orang tentunya. Memang sedikit yang dapat kita lakukan di twitter, menerbitkan pos terbaru pun hanya terbatas 160 karakter. Namun, bukan halangan bagi Rons untuk menjadikannya ajang bercerita pendek nan mengesankan.
 

Tokoh-tokoh ceritanya memang cukup basi, hampir tiap cerita bertokoh sama. Udin, Ucup, dan Guru. Yah, namanya kan juga tokoh. Dijamin, bagi anda yang membaca ini akan tertawa. Ada garansi tak tertawa dari penulisnya, lho!

Oleh Johan FJR.

Kisah Sepucuk Angpau Merah di Tepian Kapuas

Oleh Rofi Muhammad Nur Al-Asad (Angkatan7 SMART EI)

Judul buku: Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah. Penulis Tere Liye. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Januari 2012. Tebal 512 halaman.

“Ada tujuh milyar penduduk bumi saat ini. Jika separuhnya saja mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu milyar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya lima kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah dari belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.”

Tulisan di belakang bukunya aja, entah sinopsis atau apalah namanya, sudah keren banget. Covernya menarik. Judunya juga bikin penasaran. Dan ceritanya… tidak usah ditanya lagi…

Yah… mungkin aku akan melanggar kalimat yang ada di belakang buku ini: “Kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai cerita ini”. Aku nggak bisa menahan diri untuk menceritakan sedikit bocoran tentang cerita dalam buku ini.
Ini cerita tentang seorang bujang bernama Borno yang disebut-sebut sebagai ‘orang yang berhati paling lurus di sepanjang tepian Kapuas’. Kurasa menceritakan orang yang lurus-lurus aja nggak ada serunya, bukan? Tapi syukurlah karena cerita ini diwarnai dengan kedatangan seorang tokoh yang bisa membangkitkan emosi siapa saja, namanya Mei, seorang perempuan yang dijuluki ‘sendu menawan’ oleh orang-orang di Gang Sepit. Gadis cantik keturunan Cina itu ternyata bukan hanya gadis cantik biasa, tapi ada satu hal yang membuatnya kembali ke Pontianak dan sengaja menjatuhkan amplop merah berisi dua lembar surat di sepit Borno.

Sayang sekali karena setelah menduga bahwa itu hanya angpau biasa yang juga Mei bagikan untuk orang lain, dia malah hanya menyimpannya hingga akhir cerita ini. Karena akhirnya dengan sangat terlambat Borno membaca isi surat itu dan mengetahui alasan kenapa Mei menjauh darinya. Padahal sebelumnya mereka sudah sangat dekat.

Dan akhirnya cerita berakhir sesuai harapan pembaca… Borno dan Mei hidup bahagia…

Aku sangat berharap reviewku ini tidak lengkap, dan kuharap kau penasaran dan akhirnya membeli buku ini. Aku tidak ‘berharap’ kalian menyukai ceritanya, karena dari awal aku sudah yakin kalian pasti nmenyukainya, tanpa repot-repot aku berharap. (Ngerti nggak?? Emang gak jelas sih.. 🙂 )

Seri “Why?”: Binatang

Oleh Jajang Saputra (Angkatan7 SMART EI)

Judul asli: Pourqoui? Les Animaux. Penulis: Lee Kwang Woong. Penerbit: PT Elex Media Komputindo, 2010. Tebal 160 halaman.

Berawal dari perjalanan  dua orang anak yang bernama Omji dan Komji ditemani oleh bapak guru. Mereka pergi mengisi liburan dengan berpetualang dan mengenali jenis-jenis binatang yang hidup di bumi. Bapak guru mengajak mereka pergi ke hutan dan savana di Afrika yang menjadi tempat awal bagi mereka untuk mempelajari berbagai maca binatang yang ada di daerah tersebut. Namun, sebelum mereka menuju Afrika, bapak guru memberitahu tentang bagaimana asal-usul binatang dan perkembangannya.

Makhluk hidup atau hewan berasal dari proses evolusi yang sangat panjang agar bisa menjadi binatang yang sempurna. Hewan berasal dari makhluk air bersel tunggal kemudian mereka berevolusi terus-menerus sehingga ada zaman yang kita kenal dengan zaman dinosaurus. Dinosaurus sempat bertahun-tahun menguasai bumi namun setelah meeka punah, muncullah jenis-jenis spesies baru dan terus berkembang menjadi binatang seperti sekarang.

Setelah itu pak guru beserta Omji dan Komji mulai melakukan perjalanan ke padang savana di Afrika, hutan hujan tropis, padang gurun dan gunung tinggi.

Setibanya di Afrika, mereka bertemu Bangbangi. Ia adalah seseorang yang mirip Tarzan, tapi ia sangat tahu tentang binatang. Mereka mempelajari hewan yang ada di sana dengan dipandu oleh Bangbangi.

Mereka terus mempelajari binatang, dan akhirnya mereka berpisah dengan Bangbangi karena harus pergi ke hutan hujan tropis. Namun tidak berapa lama kemudian mereka bertemu BUngbungi di hutan hujan tropis. Bungbungi mengajak Omji dan Komji melihat berbagai macam binatang dan memberitahu cara binatang melindungi diri mereka agar tidak terancam.

Bungbungi mengantar mereka sampai akhir tempat yang mereka kunjungi, yaitu di kawasan pegunungan tinggi. Di sana banyak hewan yang hidup, juga ada satu pemburu yang amat ditakuti oleh hewan lain, yaitu harimau putih. Harimau tersebut begitu sigap untuk mencari buruan dan mengikuti ke mana pun buruan yang diincarnya.

Tibalah saat-saat terakhir bagi mereka bersama Bungbungi dan berpisah. Setelah itu pak guru mengajak Omji dan Komji pulang dan beistirahat. Omji dan Komji sangat senang karena liburan kali ini sangat seru dan menyenangkan. Omji yang pintar semakin pintar dan menyayangi binatang, sedangkan Komji yang sangat nakal menjadi penyayang binatang dan tidak mau menyakiti binatang lagi. Setelah mereka mengerti dan paham, pak guru mengajak mereka pulang karena hari sudah mulai malam.

Buku ini dapat menambah pengetahuan tentang mencintai binatang, dan bagaimana cara melindungi serta melestarikan hewan yang mengalami ancaman kepunahan. Isi cerita buku ini sangat bagus dibaca oleh anak-anak karena memberi pengetahuan, namun masih ada kekurangannya, yaitu gambarnya kurang menarik dan menghibur bagi pembaca.

Cerita Buku Berjudul “2”

Oleh Rofi Muhammad Nur Al-Asad (Angkatan7 SMART EI).

Judul buku: 2. Penulis: Donny Dhirgantoro. Penerbit Grasindo, 2011. Tebal 418 halaman.

Suatu malam di Jakarta tahun 1986, lahir seorang bayi yang sangat besar dibanding bayi-bayi lain. Dia diberi nama Gusni Annisa Puspita. Ketika kakek dan nenek menjenguk bayi Gusni, mereka terkejut melihat cucu bayi mereka berukuran jumbo berbeda dengan anggota keluarga lain. Raut muka kakek berubah drastis mengingat sesuatu yang pernah terjadi.

Malamnya, kakek memberitahu Papa dan Mama Gusni semua yang diketahuinya. Kedua orangtua itu tertunduk dan mama Gusni tak kuasa menahan tangis. Tantangan besar menanti keluarga itu, termasuk buat Gita, kakak Gusni.

Waktu berlalu hingga saat usia Gusni 5 tahu, keluarga itu menyaksikan pertandingan bulutangkis di arena Olimpiade Barcelona melalui televisi.  Betapa senang keluarga tersebut seperti banyak keluarga Indonesia lain  menyaksikan momen emas dimenangkannya pertandingan itu oleh Susi Susanti. Sejak saat itu Gita dan Gusni bertekad membahagiakan keluarga dengan bemain bulutangkis.

Tujuh tahun berlalu. Gusni telah menemukan sahabat setia bernama Harry. Banyak hal menarik mereka lewati bersama. Papa Harry adalah penjual bakmi dan pemilik restoran Bakmi Nusantara yang selalu menebar senyum pada tiap pelanggan. Namun kebahagiaan mereka musnah ketika dalam Kerusuhan Mei 1998, rumah sekaligus restoran keluarga Harry terbakar musnah. Kejadian ini membuat kedua sahabat, Gusni dan Harry, berpisah.

Saat Gusni menginjak usia 18 tahun, Gita kakanya telah menjadi pemain bulutangkis nasional yang terkemuka. Gusni pun mulai berlatih bulutangkis di bawah asuhan Andi Hariyanto Maulana yang juga adalah pelatih Gita. Saat menjalani latihan itu, pengalaman pahit didapat Gusni. Ia jatuh sakit dan diberitahu orangtuanya mengenai kemungkinan hidupnya berakhir seperti salah seorang keluarga mereka, yaitu meninggal saat belum mencapai usia 25 tahun.

Namun Gusni tidak menyerah. Ia yakin bisa menghalau penyakit yang mengancamnya dengan berolahraga membakar kalori dalam tubuhnya. Setiap pagi ia berlari menuju gedung olahraga sebelum berlatih bulutangkis. Namun berat badannya masih belum turun walau ia berlari setiap hari. Gusni tetap tidak menyerah, bahkan kedua temannya Nuni dan Ani ikut berlari bersamanya. Hal yang lebih membuatnya senang adalah Gusni berjumpa kembali dengan Harry, yang bukan saja menerima kenyataan beratnya penyakit Gusni, namun juga meminta Gusni membuka hati untuknya.

Sekian lama berlatih, Gusni berhasil merebut gelar juara dalam pertandingan bulutangkis. Puncaknya, Gusni ikut dalam tim kejuaraan Khatulistiwa Terbuka bersama Gita dan para pemain lainnya. Pertandingan ketat membuat para pemain Indonesia bertarung habis-habisan, menyisakan Gusni dan Gita di final menghadapi pemain Malaysia. Mereka pun berhasil mengantarkan Indonesia ke tangga juara dengan membukukan skor tipis 21-19.

Bagi kamu yang belum membaca buku tentang motivasi dan persahabatan ini, saya sarankan untuk membacanya sendiri. Pokoknya kamu bakal nangis deh… :p

Obelix dan Kawan-kawan

Oleh Fachri Umar (Angkatan7 SMART EI)

Judul asli: Obelix et compagnie. Cerita dan gambar: Rene Goscinny & Albert Uderzo. Penerjemah: A. Rahartati Bambang Haryo. Penerbit Pustaka Sinar Harapan, 1993. Tebal 48 halaman.

Obelix, sahabat Asterix, salah satu tokoh jagoan yang kuat, tetapi sedikit kurang pintar, menjadi tokoh yang selalu menyelamatkan suku Galia dari tentara Romawi. Saat itu Romawi dipimpin oleh Julius Cesar dan selalu kalah bila menghadapi Obelix. Cesar pun mencari cara agar bisa mengalahkan Obelix. Akhirnya ia mendapatkan usul, yaitu agar Obelix dibuat sibuk sehingga ia tidak memikirkan pertempuran dan menjadi lemah.

Cara itu dijalankan oleh seorang pasukan Cesar. Obelix dipersibuk dengan cara seluruh menhir buatannya dibeli oleh Romawi. Siasat itu berhasil. Obelix dan seluruh warga sukunya sibuk membuat batu menhir, kecuali dua orang, yaitu Asterix dan Abraracourcix.

Asterix dan Abraracourcix merasa yang dilakukan oleh para warga sukunya itu hal yang gila, karena dengan memiliki uang hasil penjualan menhir kepada bangsa Romawi membuat mereka merasa menjadi orang terpandang. Di sisi lain, menhir yang menjadi sangat terkenal di kalangan Romawi ternyata menyebabkan kerugian besar dan membuat Cesar menghentikan pembelian itu.

Apa langkah berikutnya yang akan diperbuat Cesar? Akankah suku Galian dan Obelix kali ini bisa dikalahkan? Kalau mau tahu, baca saja bukunya 🙂

Buku ini merupakan buku yang bagus, karena di dalamnya mengajarkan pada kita bahwa uang bukanlah segalanya. Julukan unik untuk buku ini juga pantas disebut karena nama-nama para tokoh di buku ini juga unik jika dipakai di masa sekarang.

33 Pesan Nabi dalam Komik

33 Pesan Nabi - Vbi_djenggoten

33 Pesan Nabi - Vbi_djenggoten

Oleh Yodie Ikhwana (Angkatan 7 SMART EI)

Judul buku: 33 Pesan Nabi. Penulis/penggambar: Vbi_djenggoten. Penerbit: Zaytuna, 2011. Tebal 126 halaman.

Buku ini merupakan buku yang sangat menarik karena ceritanya menjelaskan tentang pesan-pesan Rasulullah SAW. Terlebih, dalam buku ini dilengkapi dengan hadits-hadits dari beliau.

Diterangkan bahwa kita harus bisa menahan nafsu berupa menahan pandangan (mata), pendengaran (telinga) dan perkataan (mulut) dari hal-hal yang tidak baik. Karena jika tidak, maka kita akan terjerumus ke jalan yang sesat.

Salah satu cerita dalam buku ini adalah “Tentang Zina”.

Dari Abu HUrairah r.a., bahwa Nabi SAW bersabda: “Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan, tidak mustahil melakukannya.

Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu. Sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti” (HR. Muslim).

Sealain ceritanya yang menarik, juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang unik.

The Rescue (Guardians of Ga’hoole #3)

 

Oleh Rofi Muhammad Nur Al-Asad (Angkatan 7 SMART EI)

Penulis: Kathryn Lasky. Penerjemah T. Dewi Wulansari. Penerbit Kubika, 2011, 248 halaman.

 

Ezylryb telah hilang hampir dua bulan. Seluruh penghuni Ga’hoole terus menunggu. 

 

Sementara itu anggota claw cuaca belajar bersama Poot. Di tengah perjalanan, mereka diterjang angin topan dan akhirnya Martin, anggota claw cuaca yang berbada paling kecil terhisap penyedot hampa udara, lalu menghilang. Anggota claw yang lain selamat. Ketika semua sedang mencari Martin, datanglah seekor burung camar  yang membawa Martin dalam keadaan selamat.

 

Ketika mereka mendarat di sebuah hutan, Soren merasa ada yang aneh di dalam hutan itu. “Hutan Roh,” ujar Poot. Ternyata memang itu adalah hutan yang mengerikan. Di sana ada makhluk yang bernama Scroom, yaitu roh burung hantu yang belum mencapai Glaumora, surga bagi para burung hantu. Roh-roh itu belum mencapai Glaumora karena masih ada tugas yang belum terselesaikan.

 

Karena badai masih berlangsung, para burung hantu claw Cuaca terpaksa bermalam di hutan itu dan membagi giliran berjaga. Soren mendapat jadwal jaga terakhir, yaitu menjelang gelap. Waktu Soren berjaga dan berdiri di gundukan jaga, ia melihat gumpalan kabut tebal yang membentuk dua burung hantu, yaitu ayah dan ibu Soren. Tubuh Soren seakan terangkat hingga ke dahan sebuah pohon cemara. Setelah saling berbalas kata, penampakan Ayah dan Ibu Soren memberi pesan untuk berhati-hati tehadap Paruh Logam. Ketika Soren menanyakan mengapa, kedua sosok itu menghilang dan Soren terbangun. Ternyata ia masih berdiri di tempat sebelumnya, yaitu gundukan jaga. Ia bertanya-tanya apakah yang dialaminya adalah mimpi.

 

Setelah langit mulai gelap, para burung hantu itu pun pulang. Sesampai di Ga’hoole, soren langsung menemui Bubo si pandai besi untuk menanyakan mengenai Paruh Logam. Terakhir Bubo mengatakan bahwa yang lebih tahu tentang hal itu adalah burung hantu pandai besi keliling di Selubung Perak. Sembunyi-sembunyi Soren, Gylfie, Digger dan Twilight melakukan perjalanan ke Selubung Perak. Setelah mendapat informasi, mereka pun kembali. Namun ternyata Booron dan Barran mengetahui perjalanan itu sehingga mereka diberi Pel Batu, yaitu semacam hukuman, tapi bukan hukuman.

 

Diam-diam Soren dan Gylfie telah merencanakan sesuatu. Mereka akan memasuki sarang Ezylryb, siapa tahu di sana ada jejak lagi. Tapi Digger mendengar rencana kedua burung hantu itu sehingga ia memaksa  untuk ikut. Di sarang Ezylryb, Soren menemukan sebuah lubang rahasia di mana terdapat benda-benda rahasia. Saat itu juga Octavia, seekor ulat pelayan sarang memergoki mereka, walau ia tidak marah dan justru memberi informasi.

 

Sekian banyak informasi yang didapat Soren dkk, sehingga mereka semakin penasaran untuk melawan Paruh Logam dan menyelamatkan Ezylryb. Suatu hari mereka berempat bersama Eglantine dan Otulissa berangkat menuju kastel yang diceritakan Eglantine. Sampai di sana awalnya mereka tidak menemui apa-apa. 

 

Sementara itu di sudut lain, seekor burung hantu pekik tua bertengger di atas pohon dengan kebingungan. Dialah Ezylryb. Dia berada di sana karena tidak bisa melakukan apa-apa dan pikirannya dipenuhi kebingungan.

 

Kembali ke kastel, kelompok burung hantu muda menemukan sekantong bintik-bintik. Otulissa teringat dengan hal yang pernah dibacanya. Bintik-bintik itu membahayakan. Jika ada tiga kantong bintik-bintik diletakkan di tempat tertentu maka akan terjadi segitiga iblis yang menyeramkan. Bintik-bintik atau logam Mu itu dapat dihancurkan dengan api. Para burung hantu pun segera mencari api dan memusnahkan kantong logam Mu itu.

 

Lalu Paruh Logam dan prajuritnya datang, sehingga pertempuran pun terjadi. Martin dan Ruby kini datang dan bergabung dalam pertempuran. Ketika Soren mendekati si Paruh Logam dan mencongkel topengnya, ternyata wajah di balik topeng itu adalah wajah Kludd, kakaknya. Soren terkejut, namun tidak banyak waktu berpikir. Mereka memenangkan pertarungan, dan berhasil menemukan Ezylryb yang sudah tidak bingung lagi setelah kantong bintik-bintik logam Mu dihancurkan. Mereka semua pun pulang kembali ke Ga’Hoole.

 

Cerita ini sungguh menarik, terutama adegan perangnya, yang membuat saya sendiri gemetar. Baru kali ini saya membaca buku setebal ini, dan itu karena ceritanya yang menarik hingga saya jadi ketagihan dan ingin membaca buku selanjutnya.